Seperti halnya musik yang selalu punya alternatif dari
genre arus utama, gaya rambut cowok juga gak hanya terbatas pada gaya
rambut artis sinetron. Apabila kamu selama ini mengenal gel dan wax
untuk menata rambut supaya mirip serigala yang gak ganteng-ganteng amat,
sudah saatnya kamu berlagak layaknya jentelmen sejati seperti Oom
Johnny Cash dan Oom Elvis Presley. Biar bisa terlihat necis seperti
legenda-legenda tersebut, yang kamu butuhkan adalah sekaleng pomade —
bukan sebotol gel rambut.
Bagi yang belum tahu, pomade adalah produk tata rambut yang terbuat dari bahan berminyak seperti petroleum, lilin lebah (beeswax), minyak
kelapa, minyak zaitun serta ditambah dengan aroma wewangian. Pomade
pernah menikmati masa popularitas di era 30-an hingga 60-an, ketika para
lelaki zaman tersebut lebih suka tampil dengan rambut pendek dan rapi.
Pomade digunakan agar menahan tatanan rambut supaya tetap klimis dan
terlihat licin.
Pomade (terutama style pompadour) sangat erat kaitannya dengan sub-kultur kustom, greaser dan rockabilly,
namun seiring merebaknya heavy metal dengan rambut gondrong dan kering,
selera cowok perlahan-lahan mulai bergeser. Berita baiknya adalah
sekarang cowok-cowok mulai lebih banyak lagi menggunakan pomade. Meski
pomade bukan barang baru, produk grooming yang satu ini tetap pantas untuk kamu yang berniat tampil klimis dan necis ala jentelmen di serial TV Mad Men. Nah, berikut ini adalah beberapa gaya rambut jentelmen yang bisa tertata rapi berkat bantuan pomade.
P.S. : Siapin pomade, sisir, hairdryer dan kaca.
P.S.S. : Kunjungi barber shop terdekat buat potongan rambut yang dapper.
1. Gaya Pompadour untuk penampilan gagah layaknya ikon rockabilly di era ’50-an
Hingar-bingar
rockabilly di tahun ’50-an gak akan lengkap
tanpa kehadiran rambut pompadour. The Tielman Brothers mungkin gak sudi
naik panggung kalau rambutnya mengembang naik dengan gagahnya. Gaya
pompadour emang bertujuan untuk membuat kamu terlihat licin dan
bervolume di bagian depan, sehingga jika dilihat dari samping kesan yang
terlihat adalah gagah dan tinggi.
Untuk mendapatkan gaya rambut ini, kamu gak perlu potongan yang terlalu pendek. Bilang ke
barber andalan
kamu untuk menyisakan rambut bagian atas sepanjang 10-15 cm sementara
bagian belakang dan samping kanan-kiri dipotong setipis 1-2 cm. Transisi
potongan antara bagian atas ke samping dan belakang harus dibikin
sehalus mungkin biar gak mendistorsi gaya pompadour nantinya.
Styling pompadour klasik emang butuh latihan dan kesabaran.
Kamu juga dianjurkan untuk menggunakan pengering rambut, terutama kalau
rambut kamu lurus. Langkah pertama setelah keramas adalah mengeringkan
rambut dengan handuk. Rambut yang masih lembab lalu dikeringkan dengan
hairdryer supaya bisa mendapatkan bentuk dan ketinggian yang sempurna. Sambil menggunakan sikat/sisir
blow,
mulai keringkan rambut bagian samping, tengah-atas, lalu belakang.
Bagian depan rambut harus dikeringkan terakhir karena kamu mesti
mengangkatnya hingga tampak bervolume. Setelah rambut ‘naik’ dengan
tinggi sesuai yang diinginkan, beri sedikit lipatan di ujung jambul
tersebut dengan sisir sambil tetap menge-
blow rambut dengan pengering.
Semestinya rambut kamu sudah bergaya pompadour sekarang, meskipun
masih terlihat kering. Di sinilah pomade berperan untuk menahan rambut
yang udah kamu tata dan memberi efek licin serta mengkilap pada
warnanya. Colek pomade seukuran dua ujung jari, lalu ratakan di telapak
tangan. Kemudian usapkan pomade ke rambut secara hati-hati mulai dari
samping, atas-tengah, lalu ke bagian belakang rambut. Khusus buat bagian
depan, tambah lagi pomadenya supaya tingginya bisa bertahan sepanjang
hari dan sepanjang malam.
Langkah terakhir adalah merapikannya dengan sisir pipih dan rapat.
Seperti biasa mulai menyisir bagian samping dan atas-tengan ke belakang
sampai rapi. Spesial buat bagian depan, gunakan sisir dan tangan kosong
buat menahan dan merapikan ketinggiannya. Meski agak ribet tapi langkah
ini akan ngasih kamu pompadour yang klasik.
2. Buat yang gak mau ribet pake hair dryer, cobalah The Modern Pomp
Gaya
modern pompadour sering dipraktekkan oleh anak-anak muda urban zaman sekarang. Unsur klasiknya tetap dapat, dipakai untuk manggung sama band
rockabilly
masih bisa, yang membedakan adalah prosesnya yang instan dan gak ribet
seperti pompadour klasik seperti Elvis Presley. Kamu gak membutuhkan
pengering rambut, hanya dua buah sisir pipih (sisir bergerigi rapat dan
bergerigi jarang), pomade berbasis minyak, dan sedikit kreativitas
dalam menambah volume rambut.
Sebagai permulaan, ratakan pomade secukupnya di telapak tangan dan
oleskan merata di rambut kamu. Oleskan dari depan hingga belakang,
belakang hingga depan, dari samping kiri ke samping kanan dan
sebaliknya. Setelah berlumuran pomade, sisir rambut yang berantakan itu
kebelakang dengan sisir bergerigi jarang, baik bagian atas maupun
samping harus disisir rapi ke belakang.
Setelah rapi layaknya mafia dari Sisilia, ambil sisir bergerigi
rapat. Munggunakan gagangnya, bikin belahan pinggir di sudut antara
bagian samping dan mahkota kepala. Belahan harus lurus dan seimbang,
lalu rapikan belahan tersebut menggunakan gerigi sisir yang rapat
milikmu. Sekarang kamu terlihat seperti bergaya belah pinggir, untuk itu
bikin belahan lagi di sisi berlawanan dari belahan pertama. Gak perlu
terlalu ekstrim. Kamu cukup menyisirnya ke samping, supanya
bisa menumpuk volume rambut di bagian depan-atas kepala.
Setelah volume rambut terkonsentrasi bagian tengah kepala, yang perlu
kamu lakukan sekarang adalah meninggikan bagian depannya. Masing
menggunakan sisir rapat, secara perlahan angkat rambut bagian depan
hingga setinggi dan mengembang sesuai selera. Gunakan kedua tangan kamu,
satu buat menyisir satu lagi buat menata dan menahannya. Modern
pompadour emang gak bisa menyaingi tekstur dan volume versi klasiknya,
tapi kalau kamu cuma punya
waktu kurang dari 5 menit buat menata rambut, kenapa gak dicoba?
3. Gaya belah pinggir emang gak pernah mengecewakan kamu, apalagi kalau dipertegas dengan pomade
Tampil dengan rambut belah pinggir memberi kamu kesan terlihat
seperti jentelmen klasik tanpa harus terlihat jadul. Pilihan yang mudah
dan cocok untuk beragam keperluan, bisa menghiasi rambut kamu saat di
kampus, ngantor maupun
hang out, rambut belah pinngir gak akan
bikin kamu kecewa. Apalagi kalau belah pinggir kamu diperkuat oleh
pomade, dijamin dari pagi hingga malam rambut kamu tetap rapi.
Gaya rambut belah pinggir baru cocok jika rambut kamu dipangkas
pendek dan rapi. Masalahnya, semakin panjang rambutmu maka makin sering
berantakan belah pinggirmu. Minta potongan pendek pada bagian atas dan
tipis dibagian samping. Untuk menatanya, cukup gunakan pomade berbasis
air karena
style ini cukup sederhana dan gak butuh “cengkeraman” kuat dari pomade.
Seperti biasa haluskan pomade seukuran dua ujung jari di telapak
tangan lalu usapkan merata ke seluruh rambut. Depan, belakang dan
samping mesti dilapisi dengan pomade. Setelah rata, sisir rambut sampai
rapi dan licin ke belakang, gunakan sisir yang rapat. Kemudian bikin
satu belahan pada salah satu sisi yang kamu suka, lalu rapikan kembali
hingga kamu merasa cukup tampan untuk pergi ke luar rumah.
4. Potongan undercut dan pomade adalah paduan yang sempurna untuk terlihat edgy
Undercut adalah potongan yang mempertahankan panjang rambut
bagian atas sementara samping dan belakang dipangkas pendek hingga 1-2
cm. Mau rambut kamu lurus ataupun bergelombang, potongan tegas seperti
ini bakal bikin kamu terlihat
edgy di setiap kesempatan. Apalagi kalau kamu punya potongan tubuh yang tegap — udah sah mirip prajurit di Perang Dunia II.
Ketika dipangkas ingatkan barber kamu untuk mempertegas batas antara
bagian atas dengan samping/bawah, karena kekontrasan inilah yang menjadi
fitur utama pada potongan
undercut. Sisakan 10-15 cm dibagian atas dan bagian samping pendek 1-2 cm.
Kamu punya dua pilihan dalam menata rambut
haircut, disisir
kebelakang atau disisir ke samping. Dibiarkan mengembang boleh,
diratakan juga oke. Gaya apapun yang kamu pilih, pastikan kamu
mengoleskan pomade terlebih dahulu. Gunakan sisir bergerigi jarang jika
rambut kamu bergelombang dan jika rambut kamu lurus pakai sisir
bergerigi rapat, biar mudah menatanya. Khusus buat potongan
undercut
yang disisir ke samping, sangat wajar kalau kamu mendapat kontras yang
jelas antara bagian samping dan atas. Justru itu daya tariknya, Bung!
5. The Quiff untuk kamu yang suka tampil klasik tapi gak punya waktu buat sisiran
The quiff adalah bentuk perpaduan antara gaya rambut
pompadour dan mohawk, yang juga pernah top di tahun ’50-an. Idenya adalah memberi penampilan yang lebih
raw, lebih
rebel namun tetap rapi sepanjang hari berkat bantuan pomade.
The Quiff
gak memerlukan penggunaan sisir, jadi gak akan memakan lama waktu kamu
di depan kaca. Yang kamu perlukan adalah potongan rambut
Undercut, pomade dan kelihaian tangan doang.
Sebelum menggunakan pomade, pisahkan dulu rambut tengah yang panjang
dari rambut samping yang tipis dan pendek. Menggunakan kedua telapak
tangan yang sudah dilumuri pomade, usap rambut bagian tengah dari
belakang hingga ujung depan, lalu dalam sekejap dorong lagi ke belakang.
Ulangi jika kamu belum puas dengan hasilnya. Alih-alih dibiarkan
berdiri seperti gaya
pompadour, miringkan rambut bagian depan
sedikit ke salah satu sisi (kanan atau kiri), kemudian dorong
unjung-ujung rambut ke belakang. Cuma dengan kelihaian jemari dan tangan
kamu bisa tampil sekeren David Beckham.
6. Apalah arti pomade jika gak digunakan buat gaya rambut Classic Slick Back
Sesuai dengan fungsinya untuk menahan tata rambut sekaligus membuatnya terlihat licin dan mengkilap, gaya rambut
slick back adalah inti dari penggunaan pomade. Mungkin untuk itulah pomade diciptakan, sebab gaya
slick back
sudah hadir sejak lama dan tetap ditampilkan oleh laki-laki zaman
sekarang. Mulai dari lelaki berambut gondrong, medium, hingga klimis
dapat mengaplikasikan gaya ini pada rambutnya.
Untuk mendapat gaya
slick back klasik pertama-tama kamu
harus melapisi rambutmu dengan pomade secukupnya. Lalu sisir rambut
bagian atas mulai dari perbatasan dengan kening hingga ke belakang.
Lakukan sisiran yang sama, dengan arah yang sama, pada rambut bagian
samping kanan dan kiri. Dan itu adalah
first slick kamu. Ulangi sisiran
slick tersebut hingga mendapat hasil sesuai selera. Kebanyakan cowok melakukan 3-6
slick supaya bentuk rambutnya sempurna.
7. Agar terlihat lebih kekinian, beri sentuhan tangan pada gaya Modern Slick Back kamu
Beda dengan
slick back klasik yang meratakan rambut, meminimalkan volume serta menyamakan arah rambut ke satu arah,
modern slick back memberi kamu ruang untuk berkreasi dengan rambut kamu. Setelah membuat
first slick pada
rambut bagian atas, kamu bebas buat memilih untuk menyisir rambut
samping atau nggak sama sekali. Atau kamu bisa tetap menyisir rambut
samping lalu mulai mengkreasikannya dengan jari tangan.
Modern slick menganjurkan kamu buat mengatur ulang bentuk sisiran
slick kamu,
bisa dibuat sedikit acak-acakan dan bervolume. Karena tujuan gaya ini
adalah rambut licin yang bervolume, bisa bergerak dan kreativitas
pemakainya. Semakin sering kamu menggunakan jari maka rambut kamu makin
berisi dan makin bebas bergerak. Teknik yang paling dianjurkan agar
slick back kamu terlihat kekinian adalah awali sisiran rambut seperti pada
slick back klasik lalu lanjutkan
slick ketiga hingga kelima hanya dengan menggunakan jemari tangan. Rambut jadi terlihat licin tapi gak lepek, bung.
Hal yang harus kamu ingat saat mengaplikasikan pomade pada rambut
kamu adalah pastikan rambut kamu masih dalam keadaan setengah kering
atau masih lembab saat mengusapkannya. Jangan gunakan pomade pada rambut
yang kering, karena hasil untuk mendapatkan
style di atas gak
akan maksimal. Pastikan juga produk ini hanya melapisi rambut kamu saja,
gak perlu sampai ke kulit kepala. Pomade, terutama yang
oil based,
sangat susah dibersihkan meski udah dicuci berkali-kali. Produk yang
tersisa bisa bikin kulit kepala kamu kotor dan berketombe.
sumber:http://www.hipwee.com/style/7-ragam-gaya-rambut-dengan-pomade-buat-para-cowok-yang-anti-mainstream/
biar gayamu retro abis kamu bisa liat gaya motor cafe racer